<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-10806552</id><updated>2011-11-22T10:41:19.692-08:00</updated><title type='text'>SiMPLy CRaP</title><subtitle type='html'>Sebuah bacaan ringan dan menarik, terutama bagi para pengangguran dan orang2 yang merasa bosan terhadap kehidupan sehari-hari. Bersifat hiburan, mendidik dan pembangkit emosi. Bagi para penderita darah tinggi dianjurkan untuk tidak ikut menikmati bacaan ini.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://messah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10806552/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://messah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>~crapist~</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10728165096738982379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10806552.post-110940737840142654</id><published>2005-02-26T16:30:00.000-08:00</published><updated>2005-02-26T00:42:58.403-08:00</updated><title type='text'>Bila Ku Harus Memilih</title><content type='html'>Jam setengah 4 sore, aku berbaring di atas ranjangku. Mengantuk? Sepertinya tidak juga. Semata-mata karena tidak ada kegiatan yang menarik saat ini. Kupandangi langit2 tanpa tujuan yang jelas. Bayangan2 masa lalu kembali terlintas di kepalaku. Di suatu malam papa pernah bertanya kepadaku, "Cita2 kamu sebenernya mau jadi apa, Chil? Dokter? Pilot? Insinyur?" Aku sempat terdiam sejenak sebelum aku menjawab. "Lebih susah mana, jadi dokter, pilot atau insinyur?" Papa tertawa dan menjawab, "Semuanya ada susahnya, Chil! Tergantung mana yang lebih kamu suka! Memangnya kamu sukanya ngerjain apa? Prakarya bikin senter yang waktu itu suka nggak? Atau percobaan yang pakai daun? Yang papa bawain ke sekolah gara2 ketinggalan? Inget kan?" Langsung kutersenyum, "Hehehe.. Papa inget aja nih! Mmm buat aku sih nggak ada yang menarik tuh! Yang aku seneng ngerjainnya sih main bola!" "Trus, kamu mau jadi pemain bola? Wahhh ini agak susah yah! Di Indonesia sih pemaen bola gajinya kecil2!" "Trus papa maunya aku jadi apa nanti?" "Yahh mungkin salah satu dari 3 pilihan tadi!" Aku lalu terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ku tersadar sedang berada di kamar tidurku. Aku bangkit dan keluar dari kamar. Kunyalakan TV, kuganti-ganti saluran TV, semua isinya infotainment. Acara hiburan yang tidak penting. Kuganti lagi ke saluran lainnya, lalu kutersenyum dan mulai duduk di sofa. Di layar bagian pojok kiri atas tertulis 'Persebaya 0-0 Persija'. "Ini baru acara TV!" pikirku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10806552-110940737840142654?l=messah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://messah.blogspot.com/feeds/110940737840142654/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10806552&amp;postID=110940737840142654' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10806552/posts/default/110940737840142654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10806552/posts/default/110940737840142654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://messah.blogspot.com/2005/02/bila-ku-harus-memilih.html' title='Bila Ku Harus Memilih'/><author><name>~crapist~</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10728165096738982379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10806552.post-110898629664799410</id><published>2005-02-22T03:55:00.000-08:00</published><updated>2005-02-21T11:55:19.423-08:00</updated><title type='text'>Biji Karet</title><content type='html'>Kanchil Sadewa Luntoh nama lengkapku. Tapi hanya di rumahlah aku dipanggil Kanchil. Teman2ku di sekolah memanggilku Acil. Kemungkinan besar mereka tidak rela memanggil namaku sebenarnya, karena di setiap dongeng yang dijejalkan ke kepala kami mulai sejak TK, "Kancil" selalu menjadi pemenang. Meskipun perbuatan "Kancil" tadi termasuk perbuatan tercela dan melanggar hukum. Kemungkinan lainnya adalah karena aku belum pernah memenangi kompetisi apa pun, selain karena postur tubuhku yang lebih kecil dibandingkan dengan teman2ku. Dan bicara tentang kompetisi, baru2 ini digelar sebuah perlombaan "Adu Biji Karet" di sekolahku. Selama ini tidak banyak anak yang memiliki hobi permainan ini. Tetapi semenjak ada kabar akan diselenggarakan perlombaan ini, mendadak jumlah pedagang biji karet di depan sekolahku bertambah menjadi 3 kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 orang penggemar berat permainan ini. Yang pertama adalah Alex, anak seorang pengusaha handphone yang cukup maju, baginya bukan suatu masalah besar mengeluarkan uang cukup banyak untuk kesenangan ini. Yang kedua Inyo, seorang anak yang cukup berbakat memilih biji karet yang bagus, yang saat ini tidak perlu memikirkan berapa harganya karena dia selalu berhasil merayu teman dekatnya, Romy, untuk mengeluarkan uang dari koceknya. Yang terakhir adalah aku sendiri. Prinsipku cukup berbeda dengan teman2ku itu. Aku selalu memilih dengan teliti, berusaha mendapatkan kualitas bagus tetapi dengan harga murah, maklumlah teman2ku yang lain hanya bisa memberi semangat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap pulang sekolah, kami bertiga, ditambah beberapa orang teman lainnya selalu bermain adu biji karet. Dan berasal dari sebuah gagasan cerdas Inyo, sejak 2 bulan yang lalu kami selalu mencatat hasil permainan tiap sore. Dan berdasarkan catatan2 yang kami buat, kami bertiga selalu menduduki 3 peringkat teratas. Pada awalnya aku selalu menang dan menduduki kursi puncak. seiring dengan waktu, kini Inyo berkat kecerdasannya dan persediaan biji karet yang melimpah berhasil menduduki posisi teratas, sedangkan aku tersingkir ke posisi ke-3. Alex yang menduduki posisi ke-2 belum pernah merasakan berada di posisi teratas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah2 lapangan basket terlihat Inyo dan Ikhsan sedang berjuang menuju babak perempat final.&lt;br /&gt;"Nyo, elo yakin nggak mau make biji karet andalan loe?"&lt;br /&gt;"San, gue sih bukannya mau ngeledek nih, tapi minggu depan gue ikut perlombaan biji karet di kampung gue, jadi yang bagusan gue sayang2 dulu, lagian kayaknya pake yang ini juga gue bakalan menang!"&lt;br /&gt;"Wah, ternyata apa yang orang2 bilang itu bener, omongan loe gede banget!! Kita buktiin aja sekarang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Set pertama, sesuai undian koin, Inyo mendapat kesempatan untuk menindih biji karet Ikhsan dengan miliknya, kemudian memukulnya dengan pangkal telapak tangan. TRAKK!!! Pak Helsi memperhatikan kedua biji karet dan memutuskan kedudukan sementara 1-0 untuk Ikhsan. Terlihat biji karet Inyo retak, sedangkan Ikhsan tetap utuh. Inyo memandang dengan takjub. Giliran kedua, biji karet Ikhsan kini yg berada di posisi atas. KRRAAKK!! "Kedudukan tetap 1-0 untuk Ikhsan, karena kedua biji karet retak!" Mulai terlihat memanas raut wajah dari Inyo, iya langsung mengganti biji karet ke-3 dengan biji karet andalannya. Ikhsan mulai cemas. "Set ke-3 siap? Mulaiiii!!!" Giliran Inyo menggebrak biji karet tersebut. BRRAAAKKKKK!!!! Dengan seluruh tenaga disertai emosi yang meluap nampaknya tidak memberikan hasil yang memuaskan. "Kedudukan tetap 1-0 untuk Ikhsan. Dengan demikian Ikhsan berhak maju ke babak perempat final!!" Para pendukung Ikhsan bersorak gembira. Di arena perlombaan nampak kedua biji karet pecah berantakan, tidak hanya sekedar retak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana sedih menyelimuti raut wajah Inyo. Dengan hancurnya biji karet andalannya, hancur pula harapan untuk menjuarai perlombaan adu biji karet di kampungnya, dan hancur pula harapan untuk tetap menjadi yang teratas di pertandingan tiap sore antar pecinta adu biji karet. Aku turut sedih melihatnya, sementara di antara pendukung Ikhsan yang bersorak gembira, kulihat Alex turut meloncat2 merayakan. Tak kusangka dia bisa berbuat seperti itu. Ternyata permainan ini lebih berharga dibandingkan persahabatan kami bertiga. Sempat Alex melirik ke arahku dan tersenyum sinis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10806552-110898629664799410?l=messah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://messah.blogspot.com/feeds/110898629664799410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10806552&amp;postID=110898629664799410' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10806552/posts/default/110898629664799410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10806552/posts/default/110898629664799410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://messah.blogspot.com/2005/02/biji-karet.html' title='Biji Karet'/><author><name>~crapist~</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10728165096738982379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10806552.post-110857550555435653</id><published>2005-02-16T08:27:00.000-08:00</published><updated>2005-02-16T09:53:39.406-08:00</updated><title type='text'>Whisper of The Whiskers</title><content type='html'>"Ayo sekali lagi!!! Kali ini pasti gue menang!"&lt;br /&gt;"Dari tadi sekali lagi sekali lagi melulu, kapan nih kita makan? Udah laper banget nih! Lagian manteb banget deh kayaknya si ayam goreng, kedengeran tuh dari baunya!!!"&lt;br /&gt;"Tenang aja Cil, begitu gue menang, kita hajar makanan bikinan Mbak Supi!"&lt;br /&gt;"Yaahh bisa nggak makan2 deh kita! Bukannya mau ngeledek yah, tapi kita udah main 2 jam tapi gue baru kalah 3 kali! Mana kebanyakan gue menangnya 'Purrfect' gitu lagi, Ka!"&lt;br /&gt;"YOSSHH!!! Menang kan tuh gue!! Makanya, Cil, jangan kebanyakan ngomong!"&lt;br /&gt;"Hehehe.. Ada kemajuan juga loe Ka, hari ini bisa ngalahin gue 4 kali!! Sekarang.. MAKAAANNN!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit cuplikan percakapan tadi sore, bertempat di rumahku. Sebuah pertandingan seru antara aku dan Yuka, tetanggaku, dan sebuah game console XBOX dengan judul yang agak ajaib, 'Tom&amp;amp;Jerry: Whisper of The Whiskers'. Baru kali ini ada game yang cocok buat kami berdua. Aku sendiri fans berat dari segala jenis action games. Favoritku adalah Winning Eleven, seperti juga favorit kebanyakan orang di dunia ini, tanpa memandang usia, ras dan bahkan agama. Sepupuku yang mengenalkan game ini padaku. Dan dengan bantuan dari ayahku yang pecandu bola, aku mulai sedikit demi sedikit mengikuti 'Reality Show' terbesar di dunia, dunia yang dipenuhi dengan klub2 sepakbola dan karakter2 yang bervariasi dari para pemain bola, mirip dengan konsep dari American Idol yg skalanya terlampau kecil bila dibandingkan dengan sepakbola, sebuah permainan yg disukai hampir seluruh umat manusia di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Yuka, ada sesuatu di dalam sikapnya yang membuat hatiku tergugah. Selama 2 jam kami bermain, dia cuma bisa mengalahkanku 4 kali. Sedangkan tiap match mungkin cuma 5-10 menit. Cukup gigih dia berusaha untuk menang, satu hal yang tidak kutemukan dalam diriku. Padahal ini hanya sebuah game tolol yang amat sangat tidak penting sama sekali. Pembandingnya adalah diriku. Mama selalu mengatakan padaku bahwa sekolah itu penting, belajar harus rajin, jangan mudah putus asa. Kenyataannya tiap pagi aku selalu merasa malas untuk pergi ke sekolah, malas untuk mengerjakan tugas, malas bertemu ibu guru. Aku selalu mengatakan "Nggak ada PR, Ma!" atau "Udah selesai tadi PR-nya!" tiap mama menanyakan. Kenyataannya sebelum masuk kelas aku selalu meminjam buku PR temanku dan menyalin jawabannya. Jelas sekali bahwa perjuanganku tidak maksimal. Terlalu mudah putus asa mungkin. Tapi dosa terbesarku adalah membohongi mama. Ingin rasanya aku mengatakan yang sebenarnya, tetapi aku tidak berani, aku tidak ingin menyakitinya. Aku hanya bisa 'berbisik' dalam tidurnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10806552-110857550555435653?l=messah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://messah.blogspot.com/feeds/110857550555435653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10806552&amp;postID=110857550555435653' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10806552/posts/default/110857550555435653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10806552/posts/default/110857550555435653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://messah.blogspot.com/2005/02/whisper-of-whiskers.html' title='Whisper of The Whiskers'/><author><name>~crapist~</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10728165096738982379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10806552.post-110829349877823431</id><published>2005-02-13T02:38:00.000-08:00</published><updated>2005-02-15T18:52:36.246-08:00</updated><title type='text'>Lho kok..??</title><content type='html'>Kemarin siang sepulang aku dari sekolah sehabis mengikuti ekskul, aku bertemu dengan seorang teman lama. Senang juga rasanya, sudah cukup lama kami tidak bertemu. Namanya Sari, dia sempat bersekolah di tempat yg sama denganku kini, SD Abadi, bahkan kami sempat duduk bersebelahan di sekolah. Dia terpaksa pindah ke luar kota karena urusan keluarganya sekitar setahun yang lalu. Sebuah kedai bakso tempat nongkrong penghuni SD Abadi berjarak sekitar 3 gang jauhnya dari sekolah. Di sanalah aku bertemu dengan Sari. Ternyata dia tidak sendirian, ditemani oleh lelaki yang sedikit lebih tua darinya, mungkin anak SMP. Dan kulihat ada jg seseorang yg duduk membelakangi pintu masuk. Si Sari menyapaku, temannya itu ikut tersenyum, dan orang ke-tiga mulai menoleh dan ikut menyapaku. "Hey Cil, lagi ngapain? Sabtu2 gini kok sekolah?" Dan ternyata aku mengenali sosok orang itu. Dimas namanya, salah seorang penghuni SD Abadi. Dan dia pernah digosipkan oleh teman2 sekelas bahwa dia sebenernya yang paling sedih atas kepergian Sari. Teman2ku bilang, sebenernya dia menyukai Sari. Dan begitu kulihat mereka bertiga di kedai itu dan bercanda bagaikan tidak pernah ada apa2, langsung ku bertanya-tanya dalam hati. "Lho kok..??"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10806552-110829349877823431?l=messah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://messah.blogspot.com/feeds/110829349877823431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10806552&amp;postID=110829349877823431' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10806552/posts/default/110829349877823431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10806552/posts/default/110829349877823431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://messah.blogspot.com/2005/02/lho-kok.html' title='Lho kok..??'/><author><name>~crapist~</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10728165096738982379</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry></feed>
